Pentingnya Etika bagi Profesional bidang TI

ETIKA KOMPUTER

 

SEJARAH ETIKA KOMPUTER

Era 1940 – 1950 an

–          Munculnya Etika komputer sebagai suatu bidang ilmu dimulai dari pekerjaan Prof. Norbert Wiener pada perang Dunia II.

–          Mengembangkan suatu proyek dengan meriam antipesawat

–          Proyek tersebut menyebabkan Wiener dan rekan-rekan lain memperhatikan sisi lain dari sebuh perkembangan teknologi yaitu ETIKA

–          Muncul istilah cybernetics atau the science of information feedback systems.

–          Sekarang dikenal dengan istilah teknologi informasi

–          Wiener meramalkan adanya revolusi industri ke II

 

Era  1960 an

–          Adanya pengujian penggunaan komputer tidak sah oleh Donn Parker dan SRI International Menlo Park California

–          Munculnya kode etik profesi bagi professional dibidang komputer yaitu kode etik ACM (Association for Computing Machinery)

 

Era 1970 an

–          Program ELIZA oleh Joseph Weizenbaum

–          Otomatisasi psikoterapi

–          Munculnya Etika Komputer

–          Pendidikan Etika Komputer oleh Walter Maner

 

Era 1980 an

–          Isu mengenai kejahatan komputer, kegagalan sistem komputer, invasi keleluasaan pribadi melalui database komputer dan kepemilikan perangkat lunak (Amerika dan Eropa)

–          Terbitnya buku “What is Komputer Ethics?” oleh James Moor

 

Era 1990 an Sampai Sekarang

–          Konferensi komputer (ETHICOMP) oleh para ahli komputer

–          Etika komputer menjadi salah satu bidang ilmu utama pada banyak pusat riset dan perguruaan tinggi dunia.

 

Etika Komputer di Indonesia

Menjadi kurikulum wajib bagi Perguruan Tinggi dibidang komputer.

 

Isu-Isu Pokok Etika Komputer

  1. Kejahatan Komputer seperti Carding, DoS dan sebagainya.
  2. Cyber Ethics
  3. E-commerce
  4. HAKI
  5. Tanggung Jawab Profesi

Etika dan Jasa Informasi

  • Menurut Prof. James H. Moor, mendefinisikan etika komputer “sebagai analisis mengenai sifat dan dampak sosial teknologi komputer, serta formulasi dan justifikasi kebijakan untuk menggunakan teknologi tersebut secara etis.”
  • Siapa yang bertanggung jawab dalam menggunakan etika komputer di dalam perusahaan? CIO,manajer puncak serta karyawan.
  • Alasan pentingnya Etika Komputer? Kelenturan Logika (memungkinkan kita melakukan apa pun yang kita inginkan), Faktor Transformasi (komputer dapat mengubah secara drastis cara kita melakukan sesuatu) dan faktor tak kasat mata terdiri dari nilai-nilai pemrograman yang tidak terlihat, perhitungan rumit yang tidak terlihat dan penyalahgunaan yang tidak terlihat.

 

 

 

 

PEKERJAAN, PROFESI DAN PROFESIONAL

 

Hampir setiap manusia melakukan salah satu pekerjaan untuk memperoleh nafkah hidup. Itu tidak hanya berlaku bagi kebanyakan pria, melainkan juga kaum wanita. Pekerjaan di rumah juga merupakan pekerjaan sungguh-sungguh yang meskipun tidak dibayar, dapat menolong suami untuk bekerja di luar. Setiap bidang kehidupan manusia termasuk dalam wilayah pertanggung jawab moral. Begitu pula dengan bidang pekerjaan. Dalam pembahasan materi ini tidak membahas etika semua jenis pekerjaan, melainkan hanya dibatasi pada tuntutan-tuntutan moral dasar dalam setiap pekerjaan.

 

Profesi pada umumnya

  1. 1.      Arti profesi

Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan mengandalkan suatu keahlian.

  1. 2.      Seorang professional
    1. a.      Seseorang yang hidup dengan mempraktekan suatu keahlian tertentu atau dengan terlibat dalam suatu kegiatan tertentu yang menuntut keahlian, jadi bukan sekedar hobi.
    2. b.      Orang yang tahu akan keahlian dan ketrampilan, meluangkan seluruh waktunya untuk pekerjaan atau kegiatan itu, hidup dari situ dan bangga akan pekerjaan itu.
  2. 3.      Praktisi—?
  3. 4.      Profesi luhur atau khusus

Disebut profesi luhur karena menekankan pengabdian atau pelayanan kepada masyrakat pada umumnya. Pekerjaan itu dijalankan sebagai suatu panggilan hidupnya, sedangkan nafkah hidup terutama dilihat sebagai sekedar sebuah imbalan atau akibat dari menjalankan profesi itu demi kepentingan masyarakat dan dilakukan sebagai suatu tujuan utama dari kegiatan itu. Contoh: profesi luhur secara klasik yaitu dokter, penasehat hukum, rohaniawan, pembela, guru, dll.

  1. 5.      Ciri-ciri profesi
    1. a.      Adanya pengetahuan khusus

Profesi selalu mengandaikan suatu pengetahuan atau ketrampilan khusus yang dimiliki oleh sekelompok orang yang professional untuk bisa menjalankan dengan baik. Keahlian dan ketrampilan ini biasanya dimiliki berkat pendidikan, pelatihan, pengalaman yang bertahun-tahun.

  1. b.      Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi

Setiap profesi khususnya profesi luhur selalu ada standar moral atau aturan permainan yang disebut kode etik.

  1. c.       Pengabdian kepada kepentingan masyarakat

Orang yang mengemban profesi luhur meletakan kepentingan pribadinya dibawah kepentingan masyarakat sebagai suatu pengabidan dan pelayanan tanpa ada pamrih apapun.

  1. d.      Biasanya ada izin khusus untuk bisa menjalankan profesi

Khusunya profesi luhur yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dengan nilai-nilai kemanusian yang berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup, dll memerlukan izin khusus. Izin khusus bertujuan untuk melindingi masyarakat dari pelaksanaan profesi yang tidak benar.

  1. e.       Menjadi anggota suatu organisasi profesi

Dengan maksud adanya suatu standar keahlian dan ketrampilan (kode etik profesi)sehingga tidak sembarangan orang memasuki profesi mereka dengan kata lain profesi tersebut tidak terbuka bagi sembarangan orang

 

Etika profesi pada umumnya

  1. Prinsip-prinsip etika profesi

Ada 3 prinsip yang berlaku untuk semua profesi pada umunya:

  1. f.       setiap orang yang mempunyai profesi tertentu diharapkan selalu bersikap bertanggung jawab dalam dua arah:

1)      Kita diharapkan bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang kita lakukan dan terhadap hasilnya.

2)      Kita harus betanggung jawab terhadap dampak perkerjaan kita pada kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya

  1. g.      Hormat terhadap hak orang lain (keadilan)

Setiap orang professional tidak boleh melanggar hak orang lain dan harus menghargai orang lain atau pihak lain atau lembaga Negara.

  1. h.      Otonomi

Prinsip ini menuntut agar setiap orang professional memiliki dan diberi  kebebasan dalam menjalankan profesinya, dengan pegangan kode etik profesionalnya.

  1. Moralitas profesi luhur

Ada 3 ciri kepribadian moral yang dituntut dari pemegang profesi luhur:

  1. i.        Berani berbuat dengan bertekad

Tuntutan profesi dimana harus memiliki kepribadian moral yang kuat meskipun ia ditekan atau diancam.

  1. j.        Kesadaran berkewajiban

Dalam menjalankan profesinya yakin bahwa ia berkewajiban, berarti untuk tidak menyeleweng sedikitpun dari tuntutan profesinya.

  1. k.      Idealisme

Tuntutan etika profesi luhur hanya bisa dipenuhi oleh orang yang memiliki idealisme. Idealisme dalam arti bahwa ia sungguh-sungguh tanpa pamrih, mau melayani semua jalur profesinya.

 

 

 

 

PROFESI DI BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI

 

Gambaran umum Pekerjaaan di Bidang IT

Secara umum dikelompokkan menjadi 4 sesuai bidangnya: (Pernah dibahas pada matkul Pengembangan SISFO)

  1. Kelompok pertama, mereka yang bergelut dalam software (merancang SO, database, aplikasi) seperti Analis Sistem, Programmer, Web Designer, Web Programmer, dll).
  2. Kelompok kedua, mereka yang bergelut  dibidang hardware, seperti technical engineer / teknisi, Network Enginner, dll.
  3. Kelompok ketiga, mereka yang berkecimpung dalam operasional sistem informasi, seperti EDP Operator, System Administrator, MIS Director, dll.
  4. Kelompok keempat, mereka yang berkecimpung di pengembangan bisnis teknologi informasi.

 

Standarisasi Profesi IT Menurut pemerintah dan SRIG-PS SEARCC

  1. Standar Pemerintah

No.

Jabatan Pranata Komputer

Pangkat

Golongan / Ruang

1. Asisten Pranata Komputer Madya Pengatur Muda Tingkat I II/b
2. Asisten Pranata Komputer Pengatur II/c
3. Ajun Pranata Komputer Muda Pengatur Tingkat I II/d
4. Ajun Pranata Komputer Madya Penata Muda III/a
5. Ajun Pranata Komputer Penata Muda Tingkat I III/b
6. Ahli Pranata Komputer  Pratama Penata III/c
7. Ahli Pranata Komputer Muda Penata Tingkat I III/d
8. Ahli Pranata Komputer Utama Madya Pembina IV/a
9. Ahli Pranata Komputer Utama Pratama Pembina Tingkat I IV/b
10. Ahli Pranata Komputer Utama  Muda Pembina Utama Muda IV/c
11. Ahli Pranata Komputer Utama  Madya Pembina Utama IV/d

 

  1. Standar SRIG-PS SEARCC

Beranggotakan 13 negara dibentuk pada Februari 1978, lebih ditekankan pada jenis pekerjaan dan tingkat keahlian ataupun tingkat pengetahuan yang dibutuhkan.

Meningkatkan Profesionalisme di bidang IT, antara lain:

  1. Mempersiapkan SDM seperti program sekolah 2000, program SMK Teknologi Informasi, Program Diploma Teknologi Informasi, Program Pendidikan Sarjana Teknologi Informasi, dll.
  2. Sertifikasi didasarkan pada produk dan profesi.

Hambatan pelaksanaan setifikasi:

  1. Biaya yang mahal
  2. Kemampuan yang kurang memadai terhadap penguasaan materi sertifikasi

 

ORGANISASI DAN KODE PROFESI

 

Pembentukan organisasi profesi

Tujuan umum sebuah profesi adalah memenuhi tanggung jawabnya dengan standar profesionalisme tinggi sesuai bidangnya, mencapai tingkat kinerja yang tinggi dengan orientasi kepada kepentingan public, untuk mencapai tujuan tesebut dibutuhkan empat kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh sebuah profesi: kredibilitas, Profesionalisme, Kualitas jasa, dan kepercayaan.

Contoh-contoh organisasi profesi: IDI, IAI, PII, ISFI, IBI, dll.

  1. Fungsi pokok Organisasi profesi
    1. Mengatur keanggotaan organisasi.
    2. Membantu anggota untuk dapat terus memperbaharui pengetahuannya sesuai perkembangan teknologi.
    3. Menentukan standarisasi pelaksanaan sertifikasi profesi bagi anggotanya.
    4. Mebuat kebijakan etika profesi yang harus diikuti oleh semua anggota.
    5. Memberi sanksi bagi anggota yang melanggar etika profesi.
  2. Organisasi Profesi TI di Indonesia

Di Indonesia sudah berdiri sebuah organisasi profesi dibidang komputer sejak tahun 1974 yang bernama IPKIN (Ikatan Pengguna Komputer Indonesia).

Dengan semakin berkembangnya dunia teknologi informasi, muncul organisasi-organisasi independent antara lain:

–          Indonesia Internet Society

–          Indonesia Oracle Apllication User’s Group

–          KIOSS

–          Kesini

–          dll

Kode etik profesi

Kode Etik adalah sistem norma, nilai atauran professional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik atau tidak benar dan tidak baik bagi professional yang menjadi anggota dari sebuah organisasi profesi.

Tujuan kode etik : agar para pelaku profesi dapat menjalankan tugas dan kewajiban serta memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada pemakai jasa profesi tersebut.

Kode etik ilmuwan Indonesia dapat diakses naskahnya secara lengkap di situs resmi RISTEK (www.ristek.or.id)

  1. Prinsip Dasar Kode Etik Profesi
    1. Prinsip Standar Teknis
    2. Prinsip Kompetensi
    3. Prinsip Tanggung Jawab Profesi
    4. Prinsip kepentingan public
    5. Prinsip Integritas
    6. Prinsip Obyektivitas
    7. Prinsip Kerahasiaan
    8. Prinsip Perilaku professional
  2. Bagaimana Budaya Etika diterapkan di dalam perusahaan

–          Corporate Credo

Pernyataan ringkas mengenai nilai-nilai yang ditegakkan oleh perusahaan, dengan tujuan menginformasikan kepada orang-orang dan organisasi-organisasi baik di dalam maupun luar perusahaan.

Contoh: Suatu Bank Security Pacific Cooperation yang berpusat di Los Angeles  menetapkan enam komitmen. Manajemen Security Pacific Cooperation menyadari bahwa bisnis mereka dibangun atas komitmen, baik internal maupun eksternal. Komitmen Internal mencakup (1) komitmen perusahaan pada karyawannnya, (2) komitmen karyawan pada perusahaan, (3) komitmen karyawan pada karyawan lain,  komitmen eksternal mecakup (1) pelanggan, (2) pemegang saham, (3) masyarakat

Tabel 6 komitmen tersebut dapat di lihat di buku SIM, Raymond Mcleod Jilid 1, 1995 halaman 140.

–          Program Etika

–          Kode Etik Khusus Perusahaan

 

 

 

IMPLIKASI ETIS DARI TEKNOLOGI INFORMASI

 

A. ETIS

  • Etika : Etika di dunia bisnis AS terdapat 3 yaitu: Etika protestan, Etika Persaingan Bebas, Survival of the fittest
  • Moral :
  • Hukum      : berasal dari moral dan etika, dipatuhi karena hukum    bersifat tertulis (hitam diatas putih).

 

  1. B.  HAK SOSIAL ATAS KOMPUTER
    1. 1.  Hak atas Komputer :

Hak atas akses komputer

Setiap orang tidak perlu memiliki sebuah komputer, seperti juga tidak setiap orang memiliki mobil, namun, pemilikan atau akses komputer merupakan kunci mencapai hak-hak tertentu lain.

Misal : akses ke komputer berarti kunci mendapatkan pendidikan yang baik ; akses ke komputer dapat memberikan pelatihan keahlian, mengurangi buta huruf dewasa, memperbaiki organisasi-organisasi  kemasyarakatan, dan mendukung wiraswasta.

Hak atas keahlian komputer

Saat komputer mula-mula muncul, ada ketakutan yang luas dari para pekerja bahwa komputer akan mengakibatkan PHK massal. Hal itu tidak terjadi. Kenyataannya, komputer telah menciptakan pekerjaan lebih banyak daripada yang dihilangkannya. Dalam mempersiapkan pelajar / mahasiswa untuk bekerja di masyarakat modern, pendidik sering menganggap pengetahuan tentang komputer sebagai suatu kebutuhan.

Hak atas spesialis komputer

Adalah mustahil seseorang memperoleh semua pengetahuan dan keahlian komputer yang diperlukan. Karena itu kita harus memiliki akses ke para spesialis tersebut, seperti kita memiliki akses ke dokter, pengacara, dan tukang ledeng.

Cth : komputer yang dimiliki oleh seorang programmer mengalami kerusakan, ia harus mencari seorang teknisi komputer untuk memperbaikinya.

Hak atas pengambilan keputusan komputer

Walau masyarakat tidak banyak berpartisipasi dalam pengambilan keputusan mengenai bagaimana komputer diterapkan, masyarakat memiliki hak tersebut. Hal ini layak jika komputer dapat berdampak buruk bagi masyarakat dan hal ini diatur dalam UU Komputer.

Cth : Scan untuk mengetahui minus mata adalah bentuk hasil pengambilan keputusan komputer ; hasil test scan USG.

 

  1. 2.  Hak atas Informasi :

Umumnya dikenal dengan istilah PAPA (Privacy, Accuracy, Property, Accessibility) yang dikemukakan oleh Richard Omason.

–    Hak atas privacy : informasi yang kita dapatkan bisa kita simpan dan tidak disebarkan apabila bersifat penting dan rahasia.

–    Hak atas akurasi atau ketepatan : yaitu bahwa informasi yang kita peroleh haruslah tepat.

–    Hak atas properti atau kepemilikan : contohnya hak atas lagu yang kita buat.

–    Hak atas akses : dibagi 2 yaitu akses umum (mudah & tidak perlu persyaratan) dan akses pribadi (harus dengan password)

 

C. KONTRAK SOSIAL JASA INFORMASI

Kontrak tersebut menyatakan bahwa :

  1. Komputer tidak akan digunakan untuk sengaja mengganggu privacy seseorang
  2. Setiap ukuran akan dibuat untuk memastikan akurasi pemrosesan komputer
  3. Hak milik intelektual akan dilindungi
  4. Komputer akan dapat diakses masyarakat sehingga anggota masyarakat terhindar dari ketidak-tahuan informasi

 

Singkatnya, masyarakat jasa informasi harus bertanggung jawab atas kontrak sosial yang timbul dari sistem yang dirancang dan ditetapkannya.

 

D. KODE ETIK

  1. 1.  Kode Etik ACM (Association for Computing Machinery )

Kode Perilaku Profesional dibentuk pada tahun 1947 dan merupakan perkumpulan profesional komputer AS yang tertua dengan anggota 80.000 anggota di seluruh dunia.

Kode ACM ini mengakui tanggung jawab anggota ACM pada diri sendiri, profesi, dan kesejahteraan umat manusia.

 

  1. 2.  Kode Etik DPMA ( Data Processing Management Association )

Kode etik ini didirikan tahun 1951 dan memiliki sekitar 35.000 anggota di sekuruh dunia. Misinya adalah :

“menjunjung manajemen informasi yang efektif dan bertanggung jawab untuk kebaikan para anggotanya, para pemberi kerja dan masyarakat bisnis”

  1. 3.  Kode Etik ICCP ( Institute for Certification of Komputer Professionals )

Kode etik ICCP berdiri pada tahun 1973 dengan maksud memberi sertifikasi pada para profesional komputer yang meliputi sertifikasi pemrograman dan pengolahan data.

Kode etik ICCP adalah satu-satunya kode etik yang mempunyai sanksi.

  1. 4.  Kode Etik ITAA ( Information Technology Association of America )

Sementara keanggotaan ACM, DPMA, dan ICCP terdiri dari individu-individu, ITAA didirikan pada tahun 1961 sebagai suatu asosiasi bagi organisasi-organisasi yang memasarkan perangkat lunak dan jasa yang berkaitan dengan komputer.

Keanggotaannya meliputi ratusan perusahaan seperti MICROSOFT, IBM, APPLE, dll.

 

Kelemahan semua kode etik tersebut diatas adalah bahwa tidak ada satupun kode etik yang memberikan saran pada anggota mengenai prioritas kewajiban mereka. Saat didesak, siapa yang harus didahulukan? Pemberi kerja? Masyarakat? Tidak ada satupun yang bisa menjawab.

 

  1. Model SRI – tugas

 

  1. Etika Menggunakan Internet

Mengapa internet memberikan dampak posistif dan negatif bagi berbagai aspek kehidupan:

–    Informasi pada internet bisa diakses 24 jam dalam sehari

–    Biaya murah dan bahkan gratis

–    Kemudahan akses informasi dan melakukan transaksi

–    Kemudahan membangun relasi dengan pelanggan

–    Materi dapat di update dengan mudah

–    Penggunaan internet telah merambah ke segala penjuru

–    Proses transaksi yang singkat

–    Menjangkau lebih banyak pelanggan

Contoh Untuk menjangkau 60 juta orang :

  • Butuh 30 tahun untuk radio
  • Butuh 15 tahun untuk televisi
  • Butuh 3 tahun untuk Web (Internet)

Dasyhat Bukan ??? Dari sini dibutuhkan suatu etika di dunia maya (internet) yang biasanya dikenal dengan istilah NETIKET (Etika dalam berkomunikasi menggunakan internet) dan bisa dilihat pada standar IETF (The Internet Engeneering Task Force – www.ietf.org).

Contoh netiket pada one to communication misalnya e-mail, jika anda mengirim mail ke sejumlah orang (misalnya di mailing list), jangan cantumkan nama-nama pada kolom CC. Jika Anda melakukan itu, semua orang yang menerima e-mail anda, akan bisa melihat alamat-alamat e-mail orang lain. Umumnya orang tidak suka bila alamat e-mailnya diberitahukan di depan umum. Selalu gunakan BCC (Blind Carbon Copy), dengan cara ini setiap orang hanya bisa melihat alamat e-mailnya sendiri.

–    Mendorong kreativitas penyedia jasa

–    Biaya operasional lebih murah

–    Meningkatkan kepuasaan pelanggan

 

Dari sini akan muncul banyak permasalahan-permasalahan dalam menggunakan internet antara lain:

–    Permasalahan Pajak

–    Pemalsuan tanda tangan digital

–    Pelanggaran hak cipta

–    Cybercrime

–    dll.

Pos ini dipublikasikan di EP-TSI. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s