Tugas 3

Tugas 3

  1. Bahasa Sebagai Tatanan Ilmiah

Bahasa indonesia dalam tataran ilmiah adalah tulisan yang berisi argumentasi yang dikomunikasikan lewat bahasa yang tinggi dan menyajikan fakta dengan metode penulisan yang benar. Biasanya dipakai dalam pembuatan karya ilmiah dan dapat dibuktikan kebenarannya karena isinya merupakan pembahasan dari suatu penelitian yang objektif.

Sebuah karya tulis ilmiah merupakan hasil rangkaian gagasan yang merupakan hasil pemikiran, fakta, peristiwa, gejala dan pendapat. Penyampaian karya ilmiah bukan hanya mengekspresikan pikiran saja tetapi menyampaikan hasil penelitian. Karya ilmiah memilki tiga ciri :

  1. Harus tepat dan tunggal makna, tidak remang nalar atau mendua makna.
  2. Harus secara tepat mendefinisikan setiap istilah, sifat, dan pengertian yang digunakan, agar tidak menimbulkan kerancuan atau keraguan.
  3. Harus singkat, berlandaskan ekonomi biasa.

 

Contohnya:

Jenis Voucher Pulsa Isi Ulan

Ada beberapa jenis voucher isi ulang. Ada yang berbentuk kartu, ada yang cuma berbentuk print out di secarik kertas, dan ada pula yang disebut pulsa (voucher) elektrik. Voucher fisik biasanya bernilai nominal lebih besar. Dengan memperhitungkan ongkos cetak, tentu kurang ekonomis kalau harus membuat kartu voucher dengan nilai kecil.

Nah, untuk melayani permintaan konsumen yang kondisi uangnya ‘mepet’, maka nominal kecil dalam voucher tentu bisa menjadi pilihan. Pilihan nominal kecil ini disiasati dengan dimunculkannya e-pay dan pulsa elektrik. Bila dibandingkan dengan voucher fisik (yang ada kartunya), harga voucher elektrik dan e-pay biasanya memang relatif lebih murah. Penjual pun senang menjualnya karena dengan modal kecil, untung penjualan voucher bisa sama dengan kalau menjual voucher bernominal besar.

Namun voucher elektrik dan e-pay ini juga memiliki beberapa kelemahan. Berikut pembahasannya:
1. Voucher Fisik: Voucher ini clicetak khusus dengan nomor seri dan nomor kode (password) sesuai besaran pulsa. Ciri voucher ini adalah berbentuk kartu dan baru bisa ini bahkan juga bisa digunakan untuk bisnis multi-level marketing.

Nah, apabila kita berminat menjalankan bisnis ini, kira-kira persiapan apa saja yang harus dipenuhi? Ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan, di antaranya membuka outlet voucher, baik di mal, di perumahan (di rumah sendiri), atau di toko pinggir jalan.

2. Voucher E-Pay (electronic payment): Voucher ini berbentuk kertas dan dikeluarkan oleh operator tertentu seperti Mentari, IM3, Fren, Flexy, dan lainnya. Nilai nominal voucher e-pay ini biasanya kecil, yaitu antara Rp5.000-25.000,-. Voucher ini hanya berupa kertas yang dicetak, dilengkapi nomor seri dan nomor kodenya terbuka. Untuk membeli voucher ini memang harus berhati-hati karena kodenya yang tidak ditutup, sehingga memungkinkan orang-orang yang tidak dikehendaki mengintipnya. Jika orang yang mengintip itu bisa mengisikan lebih dulu ke telepon selulernya, hilanglah pulsa kita. Jadi hati-hati dengan voucher ini.

3. Voucher Elektrik: Voucher ini tidak berbentuk kartu atau kertas. Voucher ini hanya berupa pengaktifan kode elektronik, yang hanya bisa dilakukan oleh perangkat elektronik telekomunikasi tertentu dengan bantuan server. Voucher elektrik ini pada akhirnya bisa dipakai dalam berbagai bentuk bisnis, seperti kerja sama dengan perbankan yang pembeliannya lewat ATM. Pulsa elektrik ini bahkan juga bisa digunakan untuk bisnis multi-level marketing.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s